Sabtu, 03 Oktober 2015

LAPORAN HASIL PENGAMATAN SEL ATAU JARINGAN PADA TUMBUHAN



Tujuan :
1. Mengamati sel atau jaringan gabus pada tanaman singkong (Manihot Utillisma)
2. Mengamati sel atau jaringan epidermis pada tanaman bawang merah (Allium Sativum)
3. Mengamati sel atau jaringan epidermis atau stomata pada daun (Rhoediscolor)
Alat dan Bahan :
Alat :                                                   Bahan :
1.      Mikroskop                                           1. Bawang Merah
2.      Pipet tetes                                           2. Daun Rhoediscolor
3.      Lap kering                                           3. Batang singkong
4.      Glass beker                                          4. Air
5.      Silet                                                     5. Lidah buaya
6.      Cover glass

Cara Kerja :
1.      Potong bawang merah menjadi ukuran yang lebih kecil menggunakan benda tajam secara hati-hati.
2.      Ambil satu potong bawang merah kemudian pisahkan umbi paling luar dengan mengunakan jari atau pinset, ambillah lapisan tipis bagian dalam.
3.      Letakkan pada kaca objek.
4.      Kemudian, tetesi dengan air menggunakan pipet tetes dan tutup menggunakan kaca penutup, usahakan tidak ada gelombang air.
5.      Amati preparat tersebut menggunakan mikroskop yang telah dipersiapkan sebelumnya, gunakan perbesaran paling lemah (10x10) terlebih dahulu. Kemudian mengunakan persaran kuat (10x40).
6.      Amati preparat tersebut.
7.      Ulangi langkah 1,2,3,4,5,6 untuk mengamati daun rhoediscolor, batang singkong dan lidah buaya.

Text Box: JARINGAN GABUSHasil pengamatan :











Text Box: JARINGAN EPIDERMIS DAUN RHOEDISCOLOR

Text Box: JARINGAN EPIDERMIS BAWANG MERAH


 

Kesimpulan :
Sel gabus yang dipotong melintang tampak berbentuk segienam, sel yang satu dengan yang lainnya tersusun rapi dan terdapat celah disetiap sudut-sudutnya.
Jaringan epidermis bawang merah tampak persegi panjang dan rapat, serta tidak terdapat celah disetiap sudutnya. Sedangkan jaringan epidermis pada daun Rhoediscolor terdapat stomata.
Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi membuka dan menutupnya stomota antara lain.
1.      Konsentrasi  CO2  akan mempengaruhi pH pada sel penutup, perubahan pH akan berpengaruh pada kerja enzim fosforilase dalam mengubah amilum menjadi gula atau sebaliknya.
2.      Cahaya. Bila ada cahaya akan ada fotosintesis, sehingga kadar CO2 dalam daun berkurang, stomata membuka.
3.      Kekurangan air. Apabila tumbuhan kekurangan air, maka potensial air pada daun termasuk sel penutup akan turun, sehingga stomata akan menutup.
4.      Suhu . naiknya suhu akan meningkatkan lajunya respirasi sehingga kadar CO2 dalam daun meningkat, pH menurun sehingga stomata menutup
5.      Angin. Bila angin bertiup kencang mengakibatkan transpirasi terjadi berlebihan dibandingkan dengan kemampuan tumbuhan tersebut menyerap air akibatnya tumbuhan kekurangan air, turgor menurun, stomata menutup. Angin juga disebut faktor penyebab membuka dan menutupnya stomata secara tidak langsung.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"WELCOME"